Kembali ke Blog

Contoh Jadwal Kerja 3 Shift untuk Operasi 24 Jam

Jadwal Kerja30 Agustus 20264 menit bacaTim Produk Vasco

Jadwal tiga shift harus menjaga setiap posisi kritis tetap terisi tanpa membuat pergantian, lembur, dan hari istirahat saling bertabrakan.

Contoh jadwal kerja 3 shift untuk operasi 24 jam biasanya memakai tiga shift harian dan setidaknya empat kelompok. Tiga kelompok mengisi pagi, sore, dan malam; satu kelompok mendapat istirahat, pelatihan, atau menjadi cadangan sesuai pola. Jika hanya ada tiga kelompok, setiap ketidakhadiran cenderung langsung berubah menjadi lembur atau posisi kosong.

Contoh pembagian shift

Shift
Pagi
Rentang contoh
07.00–15.00
Catatan
Serah terima dari malam dan persiapan kegiatan utama
Shift
Sore
Rentang contoh
15.00–23.00
Catatan
Menutup kegiatan harian dan menyerahkan isu terbuka
Shift
Malam
Rentang contoh
23.00–07.00
Catatan
Fokus pada kontinuitas, keamanan, dan eskalasi

Rentang delapan jam pada tabel adalah contoh waktu berada dalam shift, bukan pernyataan otomatis tentang delapan jam kerja bersih. Kamu harus menetapkan waktu istirahat dan menghitung jam kerja sesuai pola yang berlaku. PP 35/2021 mengatur pola umum 8 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk lima hari kerja, atau 7 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk enam hari kerja, beserta istirahat harian dan mingguan. Sektor atau pekerjaan tertentu dapat mempunyai pengaturan khusus.[1]

Contoh rotasi empat kelompok

Hari
1
Kelompok A
Pagi
Kelompok B
Sore
Kelompok C
Malam
Kelompok D
Istirahat/cadangan
Hari
2
Kelompok A
Pagi
Kelompok B
Sore
Kelompok C
Malam
Kelompok D
Istirahat/cadangan
Hari
3
Kelompok A
Istirahat/cadangan
Kelompok B
Pagi
Kelompok C
Sore
Kelompok D
Malam
Hari
4
Kelompok A
Istirahat/cadangan
Kelompok B
Pagi
Kelompok C
Sore
Kelompok D
Malam
Hari
5
Kelompok A
Malam
Kelompok B
Istirahat/cadangan
Kelompok C
Pagi
Kelompok D
Sore
Hari
6
Kelompok A
Malam
Kelompok B
Istirahat/cadangan
Kelompok C
Pagi
Kelompok D
Sore
Hari
7
Kelompok A
Sore
Kelompok B
Malam
Kelompok C
Istirahat/cadangan
Kelompok D
Pagi
Hari
8
Kelompok A
Sore
Kelompok B
Malam
Kelompok C
Istirahat/cadangan
Kelompok D
Pagi

Pola di atas hanya ilustrasi rotasi, bukan rekomendasi hukum atau kesehatan untuk semua tempat kerja. Uji total jam, jeda antar-shift, hari istirahat, ketentuan sektoral, dan kesepakatan kerja sebelum digunakan. Banyak perusahaan memilih rotasi maju, dari pagi ke sore lalu malam, agar pola mudah dipahami. Apa pun pilihannya, hindari memindahkan seseorang langsung dari shift malam ke pagi pada hari yang sama.

Jadwalkan keterampilan, bukan hanya jumlah kepala

  • Tetapkan satu penanggung jawab yang berwenang mengambil keputusan di setiap shift.
  • Pastikan operator dengan sertifikasi atau izin internal yang diwajibkan tersedia.
  • Sebarkan petugas baru agar tidak terkumpul pada satu shift tanpa pendamping.
  • Tentukan siapa yang menerima eskalasi keselamatan, kualitas, keamanan, dan gangguan sistem.
  • Sediakan daftar pengganti yang benar-benar memiliki kompetensi untuk posisi yang digantikan.

UU 1/1970 tentang Keselamatan Kerja menempatkan kewajiban keselamatan pada tempat kerja dan mencakup pencegahan kecelakaan, pemberian pertolongan, alat pelindung, serta penerangan dan kondisi kerja. Jadwal tidak membuktikan kepatuhan K3, tetapi jadwal harus memastikan peran keselamatan yang dibutuhkan tidak hilang pada malam hari atau saat pergantian kelompok.[2]

Masukkan waktu serah terima dengan jelas

Jika serah terima membutuhkan 15 menit, tentukan apakah waktunya termasuk dalam jadwal kerja dan bagaimana perlakuannya. Jangan menjadwalkan kedua kelompok 07.00 tepat lalu berharap informasi berpindah tanpa waktu. Daftar serah terima minimal mencakup pekerjaan terbuka, kondisi alat atau stok, insiden, perubahan prioritas, dan siapa yang menerima tanggung jawab.

Pemeriksaan sebelum jadwal diumumkan

  • Tidak ada orang dijadwalkan pada dua shift yang tumpang tindih.
  • Total jam dan hari istirahat sudah diperiksa untuk seluruh siklus, bukan hanya satu minggu kalender.
  • Setiap shift memiliki penanggung jawab serta kompetensi minimum.
  • Cuti, pelatihan, dan karyawan baru atau keluar sudah masuk perhitungan.
  • Petugas cadangan tidak diam-diam ditempatkan penuh sehingga kapasitas cadangan sebenarnya nol.
  • Perubahan setelah terbit membutuhkan persetujuan dan memperbarui jadwal resmi.

Vasco membantu menyusun jadwal per orang dan shift, lalu menghubungkannya dengan absensi. Perusahaan tetap bertanggung jawab atas kecukupan tenaga, ketentuan waktu kerja, kompetensi, dan K3. Untuk konsultasi, bawa pola rotasi saat ini, daftar posisi wajib, serta tiga jenis gangguan yang paling sering membuat jadwal berubah.

Siapkan aturan ketika kelompok tidak lengkap

Jadwal 24 jam perlu rencana untuk sakit mendadak, keterlambatan transportasi, pelatihan wajib, dan lonjakan pekerjaan. Tentukan urutan respons: gunakan cadangan berketerampilan sama, pindahkan pekerjaan yang aman ditunda, minta persetujuan lembur bila memenuhi syarat, atau hentikan aktivitas tertentu. Hindari daftar panggilan informal yang selalu membebani orang yang sama. Catat setiap aktivasi cadangan dan alasan posisi kosong, lalu tinjau bulanan. Uji juga apakah atasan malam memiliki wewenang memanggil cadangan dan menghentikan pekerjaan. Cantumkan nomor eskalasi serta batas waktunya pada jadwal, bukan di ponsel satu supervisor. Jika cadangan hampir selalu dipakai untuk menutup kebutuhan normal, masalahnya bukan lagi kejadian luar biasa; matriks kebutuhan atau jumlah kelompok harus diperbaiki.

Sumber

  1. [1]BPK — PP Nomor 35 Tahun 2021Diakses 30 Agustus 2026.
  2. [2]JDIH Kemnaker — UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan KerjaDiakses 30 Agustus 2026.

Baca standar editorial Vasco untuk cara kami memilih sumber, menulis contoh, dan memperbarui koreksi.

Mau usahamu serapi ini?

Konsultasi gratis dengan tim kami, tanpa keharusan lanjut.