Proyek bisa terlihat untung tetapi tetap kekurangan kas. Kuncinya adalah memisahkan laba, uang yang sudah diterima, biaya aktual, komitmen pembelian, termin, dan retensi.
Arus kas proyek adalah jadwal nyata kapan uang masuk dan keluar dari suatu pekerjaan. Kontrak Rp1 miliar tidak berarti perusahaan memiliki Rp1 miliar untuk dipakai hari ini. Material mungkin harus dibeli sebelum termin dibayar, upah berjalan mingguan, dan sebagian pembayaran bisa tertahan sebagai retensi.
Pisahkan lima lapisan angka
- Lapisan
- Nilai kontrak
- Pertanyaan yang dijawab
- Berapa pendapatan yang disepakati?
- Lapisan
- Tagihan/termin
- Pertanyaan yang dijawab
- Berapa yang sudah boleh ditagih?
- Lapisan
- Kas diterima
- Pertanyaan yang dijawab
- Berapa yang benar-benar masuk rekening?
- Lapisan
- Biaya aktual
- Pertanyaan yang dijawab
- Berapa yang sudah dikeluarkan?
- Lapisan
- Komitmen
- Pertanyaan yang dijawab
- PO, upah, atau subkontrak apa yang sudah disepakati tetapi belum dibayar?
Kalau kelima angka ditumpuk menjadi satu, dashboard mudah terlihat sehat padahal pembayaran vendor jatuh tempo lebih cepat daripada termin pelanggan. Retensi juga jangan diperlakukan sebagai kas tersedia sebelum syarat pencairannya terpenuhi.
Buat proyeksi kas 13 minggu
Daftarkan saldo awal, perkiraan penerimaan per minggu, gaji dan upah, jatuh tempo vendor, sewa alat, pajak, dan biaya kantor. Gunakan tanggal realistis berdasarkan perilaku pembayaran pelanggan, bukan hanya tanggal yang tercetak di invoice. Setiap Jumat, ganti perkiraan minggu berjalan dengan aktual dan geser jendela satu minggu ke depan.
Hubungkan setiap transaksi ke proyek
- ✓Setiap pengeluaran membawa kode proyek dan kategori biaya.
- ✓PO dan penerimaan material menempel ke proyek yang memakai barangnya.
- ✓Upah pekerja mengikuti penugasan atau kehadiran di lokasi proyek.
- ✓Invoice dan pembayaran pelanggan mengurangi piutang proyek yang benar.
- ✓Transfer antar-kas tidak dihitung sebagai pendapatan baru.
Ritual mingguan yang sederhana
Tinjau tiga daftar: invoice yang perlu ditagih, komitmen yang jatuh tempo, dan proyek yang menyerap kas lebih cepat daripada progresnya. Minta penanggung jawab memilih tindakan konkret—menagih dokumen, menggeser pembelian, meminta uang muka, atau memperbarui jadwal kerja—bukan sekadar menjelaskan selisih.
Bagaimana Vasco membantu
Vasco menghubungkan pengeluaran, invoice, biaya tenaga kerja, material, dan ringkasan proyek. Tujuannya agar transaksi operasional langsung menempel ke pekerjaan yang benar dan pemilik tidak perlu menyatukan ulang lima spreadsheet untuk melihat kebutuhan kas.
Laba menjawab apakah proyek layak. Arus kas menjawab apakah perusahaan bisa bertahan sampai laba itu benar-benar diterima.