Gaji prorata menghitung pembayaran untuk bagian periode yang dijalani. Metodenya harus tertulis, konsisten, dan sesuai dokumen kerja serta aturan yang berlaku.
Cara menghitung gaji prorata adalah mengalikan upah bulanan yang menjadi dasar dengan porsi periode yang dijalani. Dua metode operasional yang sering dipakai adalah hari kerja aktual dan hari kalender. Pilihannya tidak boleh berganti demi menghasilkan angka yang lebih murah; metode harus dijelaskan dalam perjanjian atau kebijakan yang berlaku dan diperiksa terhadap peraturan pengupahan.
Metode 1: berdasarkan hari kerja
Rumus operasionalnya: upah bulanan ÷ jumlah hari kerja terjadwal dalam bulan × hari kerja yang dijalani. Misalnya upah bulanan Rp8.000.000, ada 21 hari kerja pada Agustus, dan karyawan baru menjalani 15 hari kerja. Hasilnya Rp8.000.000 ÷ 21 × 15 = Rp5.714.286 sebelum komponen lain. Definisikan apakah hari libur, cuti, atau ketidakhadiran tertentu masuk pembilang berdasarkan aturan yang berlaku.
Metode 2: berdasarkan hari kalender
Rumusnya: upah bulanan ÷ jumlah hari kalender dalam bulan × hari dalam hubungan kerja pada bulan itu. Jika upah Rp8.000.000 dan hubungan kerja berlangsung 21 dari 31 hari, hasilnya Rp8.000.000 ÷ 31 × 21 = Rp5.419.355. Metode ini menghitung akhir pekan dalam porsi periode dan tidak identik dengan metode hari kerja.
- Aspek
- Penyebut
- Hari kerja
- Hari kerja terjadwal pada bulan
- Hari kalender
- 28, 29, 30, atau 31 hari
- Aspek
- Cocok untuk
- Hari kerja
- Kebijakan yang mengaitkan porsi pada jadwal
- Hari kalender
- Kebijakan yang mengaitkan porsi pada masa hubungan kerja
- Aspek
- Risiko salah
- Hari kerja
- Jadwal shift dan hari kerja tidak diperbarui
- Hari kalender
- Tanggal efektif atau batas inklusif keliru
- Aspek
- Kontrol
- Hari kerja
- Lampirkan kalender kerja
- Hari kalender
- Lampirkan tanggal mulai/akhir
Jangan salah memakai pembagi 21 atau 25
PP 36/2021 mengatur perhitungan upah sehari dari upah sebulan: dibagi 25 untuk perusahaan dengan sistem enam hari kerja seminggu, atau dibagi 21 untuk sistem lima hari kerja. Ketentuan ini penting ketika mengonversi upah sehari dalam konteks yang diatur. Namun jangan otomatis menyimpulkan bahwa setiap kasus prorata karyawan bulanan wajib memakai pembagi tetap tersebut tanpa memeriksa konteks, perjanjian, dan penerapan hukumnya pada kasusmu.[1]
PP 36/2021 juga menjadi kerangka komponen, bentuk, cara pembayaran, dan pelindungan upah. Ketentuannya telah diubah oleh PP 51/2023 dan PP 49/2025, khususnya pada kebijakan upah minimum. Gunakan upah minimum daerah dan sektoral yang berlaku, masa kerja, struktur dan skala upah, serta dokumen perusahaan saat menilai hasil. Kalkulator prorata bukan bukti bahwa nominal akhir sudah memenuhi seluruh ketentuan.[1],[2]
Tentukan komponen yang ikut diprorata
- ✓Upah pokok: periksa dasar dan formula dalam dokumen kerja.
- ✓Tunjangan tetap: tentukan perlakuannya secara tertulis dan konsisten.
- ✓Tunjangan tidak tetap: hitung berdasarkan syarat aktualnya, bukan otomatis mengikuti porsi upah pokok.
- ✓Lembur: hitung terpisah dari jam yang diperintah dan disetujui.
- ✓Insentif atau satuan hasil: gunakan pencapaian serta aturan periode yang disetujui.
- ✓Potongan: periksa dasar, batas, dan persetujuannya; jangan hanya mengurangi hasil prorata.
Checklist kasus masuk atau keluar tengah bulan
- ✓Tanggal efektif sama di surat, data karyawan, jadwal, dan payroll.
- ✓Metode prorata tercantum atau dapat dijelaskan dari kebijakan yang berlaku.
- ✓Penyebut dan pembilang memakai kalender serta jadwal yang benar.
- ✓Hari pertama dan terakhir diperlakukan konsisten dan tidak dihitung ganda.
- ✓Komponen tetap, variabel, lembur, dan potongan dihitung pada jalurnya masing-masing.
- ✓Reviewer dapat mengulang hitungan dari sumber tanpa meminta penjelasan lisan pembuat file.
Vasco membantu payroll menggunakan data karyawan dan kehadiran yang terhubung. Perusahaan tetap menentukan metode prorata serta memastikan hasil sesuai dokumen dan hukum yang berlaku. Dalam konsultasi, siapkan dua contoh kasus aktual dan kebijakan tertulis; kami dapat membantu memetakan alurnya, bukan memberikan opini hukum atas metode yang harus dipilih.
Uji kasus batas sebelum menerapkan rumus
Buat tabel uji untuk orang yang mulai pada hari pertama, pertengahan bulan, hari terakhir, tanggal merah, dan akhir pekan. Tambahkan kasus keluar pada tanggal yang sama, perubahan upah di tengah periode, serta perpindahan dari pola lima ke enam hari. Untuk setiap kasus, tulis tanggal efektif, penyebut, pembilang, komponen yang ikut, dan hasil yang diharapkan. Catat pula aturan pembulatan dan siapa yang menyetujui hasil. Berikan contoh hitungan yang sama kepada karyawan saat kebijakan baru mulai diberlakukan. Minta reviewer menghitung tanpa melihat formula pembuat. Jika dua orang menafsirkan tanggal atau komponen secara berbeda, kebijakan belum cukup jelas untuk diotomatisasi.
Rumus prorata yang baik bukan hanya menghasilkan angka. Orang lain harus dapat mengulang hitungannya dan memahami mengapa metode itu dipakai.
Sumber
- [1]BPK — PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang PengupahanDiakses 30 Agustus 2026.
- [2]BPK — PP Nomor 49 Tahun 2025Diakses 30 Agustus 2026.
Baca standar editorial Vasco untuk cara kami memilih sumber, menulis contoh, dan memperbarui koreksi.