Kembali ke Blog

Safety Stock dan Reorder Point: Rumus, Contoh, dan Cara Memakainya

Stok & Inventory22 Agustus 20265 menit bacaTim Produk Vasco

Safety stock melindungi usaha dari ketidakpastian, sedangkan reorder point menentukan kapan pemesanan harus dilakukan. Keduanya perlu dihitung dari pemakaian dan lead time yang benar-benar terjadi.

Stok minimum tidak seharusnya dipilih hanya karena angkanya terlihat aman. Terlalu kecil menyebabkan kehabisan bahan; terlalu besar mengunci kas dan menambah risiko rusak atau kedaluwarsa. Safety stock dan reorder point membantu membuat keputusan pembelian dari pola pemakaian dan waktu tunggu pemasok.

Perbedaan safety stock dan reorder point

Istilah
Safety stock
Pertanyaan yang dijawab
Berapa cadangan untuk ketidakpastian?
Fungsi
Menahan lonjakan pemakaian atau keterlambatan pemasok
Istilah
Reorder point
Pertanyaan yang dijawab
Pada saldo berapa harus memesan lagi?
Fungsi
Memberi waktu agar pesanan tiba sebelum stok habis
Istilah
Lead time
Pertanyaan yang dijawab
Berapa lama sejak pesan sampai siap dipakai?
Fungsi
Menentukan kebutuhan selama menunggu

Rumus dasar reorder point

Reorder point = rata-rata pemakaian per hari × lead time rata-rata + safety stock.

Contoh: satu restoran memakai rata-rata 8 kg bahan per hari. Pemasok membutuhkan 4 hari dan restoran menetapkan safety stock 12 kg. Reorder point-nya adalah 8 × 4 + 12 = 44 kg. Ketika saldo tersedia menyentuh 44 kg, tim pembelian membuat pesanan baru.

Rumus safety stock sederhana

Untuk operasional yang baru mulai mengukur, gunakan selisih skenario terburuk yang masih masuk akal: safety stock = (pemakaian harian maksimum × lead time maksimum) - (pemakaian harian rata-rata × lead time rata-rata). Jika pemakaian maksimum 12 unit, lead time maksimum 6 hari, rata-rata pemakaian 8 unit, dan rata-rata lead time 4 hari, safety stock = 72 - 32 = 40 unit.

Rumus ini bukan satu-satunya metode. Bisnis dengan data matang dapat memakai variasi permintaan, tingkat layanan, dan distribusi lead time. Yang penting adalah menyebut metode dan asumsi, lalu memeriksa apakah hasilnya masuk akal terhadap ruang penyimpanan, umur barang, nilai persediaan, dan dampak kehabisan.

Data yang perlu disiapkan

  • Pemakaian atau penjualan harian per SKU, termasuk hari tanpa transaksi.
  • Tanggal pemesanan dan tanggal barang benar-benar siap dipakai.
  • Pesanan yang datang sebagian, terlambat, atau ditolak.
  • Musim, promosi, hari besar, dan proyek yang mengubah kebutuhan.
  • Stok yang sudah dipesan tetapi belum diterima dan stok yang sudah dialokasikan.

Jangan memakai saldo fisik mentah

Keputusan pembelian sebaiknya melihat stok tersedia: stok fisik dikurangi barang yang sudah dialokasikan, lalu ditambah pesanan yang akan datang bila kedatangannya dapat dipercaya. Mengandalkan stok fisik saja membuat tim memesan barang yang sebenarnya sudah dalam perjalanan atau, sebaliknya, menganggap barang aman padahal seluruhnya sudah dijanjikan ke proyek lain.

Kapan angka harus diperbarui

Tinjau item penting setidaknya setiap kali pemasok, pola permintaan, ukuran kemasan, atau waktu pengiriman berubah. Item bernilai tinggi dan bergerak lambat tidak perlu diperlakukan sama dengan bahan murah yang menentukan penjualan harian. Di Vasco, saldo, pemakaian, pembelian, dan lokasi stok dapat dilihat dari sumber transaksi yang sama untuk membantu tim meninjau batas minimum dengan data aktual.

Mau usahamu serapi ini?

Konsultasi gratis dengan tim kami, tanpa keharusan lanjut.