Kartu stok mencatat setiap barang masuk, barang keluar, dan saldo per item. Berikut format yang bisa langsung ditiru, contoh pengisian, serta cara mencegah saldo di catatan berbeda dari stok fisik.
Kartu stok barang adalah catatan kronologis pergerakan satu jenis barang. Setiap penerimaan, pemakaian, penjualan, retur, transfer, dan penyesuaian mengubah saldo. Bentuknya bisa berupa kartu kertas, lembar Excel, atau riwayat transaksi di aplikasi inventory. Prinsipnya tetap sama: dari satu baris, orang lain harus dapat memahami kapan stok berubah, mengapa berubah, dan dokumen apa yang membuktikannya.
Kolom minimum kartu stok
- Kolom
- Tanggal dan waktu
- Isi
- Saat perpindahan benar-benar terjadi
- Contoh
- 22 Agustus, 09.15
- Kolom
- Referensi
- Isi
- Nomor penerimaan, penjualan, pekerjaan, atau transfer
- Contoh
- GR-00418
- Kolom
- Keterangan
- Isi
- Asal, tujuan, atau alasan transaksi
- Contoh
- Terima dari pemasok A
- Kolom
- Masuk
- Isi
- Jumlah yang menambah stok
- Contoh
- 50 sak
- Kolom
- Keluar
- Isi
- Jumlah yang mengurangi stok
- Contoh
- 12 sak
- Kolom
- Saldo
- Isi
- Saldo sebelumnya + masuk - keluar
- Contoh
- 138 sak
- Kolom
- Petugas
- Isi
- Orang yang menyerahkan atau menerima
- Contoh
- Rudi
Contoh pengisian kartu stok
Misalkan gudang memulai hari dengan 100 sak semen. Gudang menerima 50 sak, mengeluarkan 12 sak untuk Proyek Merdeka, lalu menerima retur 2 sak dari lokasi. Saldo akhirnya 140 sak. Setiap perubahan ditulis sebagai baris terpisah; jangan menggabungkan pemakaian beberapa proyek karena biaya dan penanggung jawabnya berbeda.
- Transaksi
- Saldo awal
- Masuk
- -
- Keluar
- -
- Saldo
- 100
- Transaksi
- Penerimaan GR-00418
- Masuk
- 50
- Keluar
- -
- Saldo
- 150
- Transaksi
- Pemakaian Proyek Merdeka
- Masuk
- -
- Keluar
- 12
- Saldo
- 138
- Transaksi
- Retur dari proyek
- Masuk
- 2
- Keluar
- -
- Saldo
- 140
Satu SKU, satu satuan dasar
Barang yang tampak sama belum tentu satu SKU. Cat tembok 5 kg dan 20 kg perlu kartu berbeda. Begitu juga bahan dengan merek, ukuran, atau mutu berbeda. Tetapkan satuan dasar, buah, kilogram, liter, meter, atau sak, dan aturan konversinya. Tanpa aturan itu, satu orang mencatat satu dus sementara orang lain mengeluarkan dua belas botol dan saldo tidak pernah bisa diperiksa.
Mengapa kartu stok sering tidak cocok dengan fisik
- ✓Barang dipakai atau dijual sebelum transaksi dicatat.
- ✓Transfer antar lokasi hanya dicatat oleh lokasi pengirim atau penerima.
- ✓Retur, barang rusak, dan susut dicampur sebagai pengeluaran biasa.
- ✓Satuan pembelian berbeda dari satuan pemakaian tanpa konversi yang konsisten.
- ✓Beberapa orang mengubah satu file tanpa nomor referensi dan jejak koreksi.
Prosedur koreksi selisih
Hitung ulang item, cek area karantina dan barang rusak, lalu cocokkan penerimaan, penjualan, pemakaian, retur, dan transfer sejak hitungan terakhir. Jika selisih tetap ada, buat transaksi penyesuaian yang menyebut jumlah, alasan, pemeriksa, dan penyetuju. Jangan mengganti saldo akhir secara langsung karena jejak penyebabnya akan hilang.
Kapan kartu manual tidak lagi cukup
Kartu manual masih masuk akal untuk sedikit SKU, satu lokasi, dan transaksi yang jarang. Pertimbangkan aplikasi ketika stok dipakai oleh beberapa gudang atau proyek, transaksi terjadi sepanjang hari, barang punya batas minimum, atau admin terus menyatukan catatan pembelian, pemakaian proyek, dan gudang. Di Vasco, penerimaan, pemakaian, dan transfer membentuk riwayat kartu stok yang sama sehingga saldo tidak perlu disalin ulang.
Kartu stok yang baik tidak hanya menjawab berapa saldo hari ini, tetapi juga bagaimana saldo itu terbentuk.
Satu baris harus menjawab apa, di mana, kapan, dan mengapa
GS1 menjelaskan traceability sebagai kemampuan menelusuri riwayat, penggunaan, atau lokasi objek. Standarnya menekankan identitas objek dan lokasi, waktu peristiwa, langkah proses, disposisi, serta pihak yang bertanggung jawab. Kartu stok sederhana tidak harus memakai seluruh standar GS1, tetapi prinsip tersebut membantu mencegah baris seperti 'keluar 10' yang tidak dapat ditelusuri ke barang, lokasi, tujuan, dan dokumen tertentu.[1]
- Pertanyaan
- Apa?
- Data kartu
- SKU, lot bila relevan, satuan, jumlah
- Contoh
- SEM-40KG, 12 sak
- Pertanyaan
- Di mana?
- Data kartu
- Lokasi asal dan tujuan
- Contoh
- Gudang utama ke Proyek A
- Pertanyaan
- Kapan?
- Data kartu
- Waktu kejadian dan waktu input
- Contoh
- 09.15 dan tersinkron 09.22
- Pertanyaan
- Mengapa?
- Data kartu
- Jenis transaksi dan referensi
- Contoh
- Pemakaian, WO-031
- Pertanyaan
- Siapa?
- Data kartu
- Penyerah, penerima, atau petugas
- Contoh
- Rudi dan Sari
Kuantitas dan nilai bukan kolom yang sama
IAS 2 membahas biaya persediaan dan formula biaya, termasuk identifikasi khusus untuk item yang tidak saling dipertukarkan serta FIFO atau rata-rata tertimbang untuk banyak item yang dapat dipertukarkan. Kartu operasional menjaga kuantitas dan alur barang; metode penilaian ditetapkan serta diterapkan konsisten oleh fungsi akuntansi. Jangan mengubah harga pada kartu hanya agar nilai akhir cocok dengan perkiraan.[2]
Rekonsiliasi tanpa menghapus riwayat
Dokumentasi SAP tentang analisis inventaris fisik memisahkan memasukkan hasil hitung, memutuskan hitung ulang, dan mem-posting perbedaan. Terapkan pemisahan serupa walaupun kamu memakai kertas atau spreadsheet: simpan saldo sebelum hitung, hasil fisik, pemeriksa, alasan, serta transaksi penyesuaian. Saldo baru berasal dari transaksi itu, bukan dari penggantian angka akhir tanpa jejak.[3]
Sumber
- [1]GS1: Global Traceability StandardDiakses 30 Agustus 2026.
- [2]IFRS Foundation: IAS 2 InventoriesDiakses 30 Agustus 2026.
- [3]SAP Help: Physical Inventory AnalysisDiakses 30 Agustus 2026.
Baca standar editorial Vasco untuk cara kami memilih sumber, menulis contoh, dan memperbarui koreksi.
Pilar Stock & Purchasing