Kembali ke Blog

Kartu Stok Barang: Format, Contoh, dan Cara Mengisinya

Stok & Inventory22 Agustus 20265 menit bacaTim Produk Vasco

Kartu stok mencatat setiap barang masuk, barang keluar, dan saldo per item. Berikut format yang bisa langsung ditiru, contoh pengisian, serta cara mencegah saldo di catatan berbeda dari stok fisik.

Kartu stok barang adalah catatan kronologis pergerakan satu jenis barang. Setiap penerimaan, pemakaian, penjualan, retur, transfer, dan penyesuaian mengubah saldo. Bentuknya bisa berupa kartu kertas, lembar Excel, atau riwayat transaksi di aplikasi inventory. Prinsipnya tetap sama: dari satu baris, orang lain harus dapat memahami kapan stok berubah, mengapa berubah, dan dokumen apa yang membuktikannya.

Kolom minimum kartu stok

Kolom
Tanggal dan waktu
Isi
Saat perpindahan benar-benar terjadi
Contoh
22 Agustus, 09.15
Kolom
Referensi
Isi
Nomor penerimaan, penjualan, pekerjaan, atau transfer
Contoh
GR-00418
Kolom
Keterangan
Isi
Asal, tujuan, atau alasan transaksi
Contoh
Terima dari pemasok A
Kolom
Masuk
Isi
Jumlah yang menambah stok
Contoh
50 sak
Kolom
Keluar
Isi
Jumlah yang mengurangi stok
Contoh
12 sak
Kolom
Saldo
Isi
Saldo sebelumnya + masuk - keluar
Contoh
138 sak
Kolom
Petugas
Isi
Orang yang menyerahkan atau menerima
Contoh
Rudi

Contoh pengisian kartu stok

Misalkan gudang memulai hari dengan 100 sak semen. Gudang menerima 50 sak, mengeluarkan 12 sak untuk Proyek Merdeka, lalu menerima retur 2 sak dari lokasi. Saldo akhirnya 140 sak. Setiap perubahan ditulis sebagai baris terpisah; jangan menggabungkan pemakaian beberapa proyek karena biaya dan penanggung jawabnya berbeda.

Transaksi
Saldo awal
Masuk
-
Keluar
-
Saldo
100
Transaksi
Penerimaan GR-00418
Masuk
50
Keluar
-
Saldo
150
Transaksi
Pemakaian Proyek Merdeka
Masuk
-
Keluar
12
Saldo
138
Transaksi
Retur dari proyek
Masuk
2
Keluar
-
Saldo
140

Satu SKU, satu satuan dasar

Barang yang tampak sama belum tentu satu SKU. Cat tembok 5 kg dan 20 kg perlu kartu berbeda. Begitu juga bahan dengan merek, ukuran, atau mutu berbeda. Tetapkan satuan dasar—buah, kilogram, liter, meter, atau sak—dan aturan konversinya. Tanpa aturan itu, satu orang mencatat satu dus sementara orang lain mengeluarkan dua belas botol dan saldo tidak pernah bisa diperiksa.

Mengapa kartu stok sering tidak cocok dengan fisik

  • Barang dipakai atau dijual sebelum transaksi dicatat.
  • Transfer antar lokasi hanya dicatat oleh lokasi pengirim atau penerima.
  • Retur, barang rusak, dan susut dicampur sebagai pengeluaran biasa.
  • Satuan pembelian berbeda dari satuan pemakaian tanpa konversi yang konsisten.
  • Beberapa orang mengubah satu file tanpa nomor referensi dan jejak koreksi.

Prosedur koreksi selisih

Hitung ulang item, cek area karantina dan barang rusak, lalu cocokkan penerimaan, penjualan, pemakaian, retur, dan transfer sejak hitungan terakhir. Jika selisih tetap ada, buat transaksi penyesuaian yang menyebut jumlah, alasan, pemeriksa, dan penyetuju. Jangan mengganti saldo akhir secara langsung karena jejak penyebabnya akan hilang.

Kapan kartu manual tidak lagi cukup

Kartu manual masih masuk akal untuk sedikit SKU, satu lokasi, dan transaksi yang jarang. Pertimbangkan aplikasi ketika stok dipakai oleh beberapa outlet atau proyek, transaksi terjadi sepanjang hari, barang punya batas minimum, atau admin terus menyatukan data dari kasir, pembelian, dan gudang. Di Vasco, penerimaan, pemakaian, penjualan, dan transfer membentuk riwayat kartu stok yang sama sehingga saldo tidak perlu disalin ulang.

Kartu stok yang baik tidak hanya menjawab berapa saldo hari ini, tetapi juga bagaimana saldo itu terbentuk.

Mau usahamu serapi ini?

Konsultasi gratis dengan tim kami, tanpa keharusan lanjut.