Kembali ke Blog

Aging Piutang Adalah Peta Umur Tagihan: Cara Membuat dan Memakainya

Piutang30 Agustus 20264 menit bacaTim Produk Vasco

Aging piutang mengelompokkan saldo invoice berdasarkan usia sejak jatuh tempo agar tim tahu tagihan mana yang perlu ditindaklanjuti lebih dulu.

Aging piutang adalah laporan yang membagi saldo invoice pelanggan menurut usia sejak jatuh tempo. Kelompok yang umum adalah belum jatuh tempo, terlambat 1–30 hari, 31–60, 61–90, dan lebih dari 90 hari. Tujuannya bukan sekadar menunjukkan total piutang, tetapi memberi urutan tindakan: invoice mana perlu konfirmasi dokumen, pengingat, eskalasi, rencana pembayaran, atau penilaian risiko lebih lanjut.

Cara menghitung umur piutang

Tentukan tanggal laporan, misalnya 30 Agustus 2026. Untuk setiap invoice terbuka, hitung hari terlambat = tanggal laporan dikurangi tanggal jatuh tempo. Jika hasil negatif, invoice belum jatuh tempo. Jika pembayaran sebagian sudah masuk, gunakan sisa setelah alokasi. Jangan menghitung umur dari tanggal invoice ketika kontrak memberi tempo 30 hari; itu akan membuat semua tagihan tampak lebih tua dari keadaan sebenarnya.

Invoice
INV-081
Jatuh tempo
10 September 2026
Sisa
Rp20.000.000
Hari overdue
Belum jatuh tempo
Bucket
Current
Invoice
INV-075
Jatuh tempo
20 Agustus 2026
Sisa
Rp12.000.000
Hari overdue
10
Bucket
1–30
Invoice
INV-061
Jatuh tempo
15 Juli 2026
Sisa
Rp8.000.000
Hari overdue
46
Bucket
31–60
Invoice
INV-044
Jatuh tempo
20 Mei 2026
Sisa
Rp5.000.000
Hari overdue
102
Bucket
>90

Data yang harus dibersihkan dulu

  • Invoice batal atau kredit tidak lagi muncul sebagai saldo terbuka.
  • Pembayaran parsial sudah dialokasikan ke invoice yang benar.
  • Tanggal jatuh tempo mengikuti syarat kontrak dan bukti penerimaan.
  • Pembayaran belum teridentifikasi ditempatkan pada daftar suspense terpisah.
  • Sengketa, janji bayar, dan pemilik tindak lanjut memiliki status tersendiri.
  • Saldo pelanggan tidak saling menghapus tanpa dasar alokasi yang jelas.

Satu transfer pelanggan sering membayar beberapa invoice sekaligus. Jangan menandai semuanya lunas berdasarkan total kasar. Minta remittance advice atau konfirmasi alokasi, lalu cocokkan. Jika pembayaran lebih besar, catat kelebihan sebagai saldo yang perlu diselesaikan, bukan mengurangi invoice lain secara acak.

Tindakan per bucket

Bucket
Current
Tindakan operasional
Pastikan invoice diterima dan dokumen lengkap
Bucket
1–30
Tindakan operasional
Ingatkan kontak AP dan minta tanggal bayar
Bucket
31–60
Tindakan operasional
Eskalasi ke pengguna dan pemilik hubungan komersial
Bucket
61–90
Tindakan operasional
Susun rencana penyelesaian, cek batas kredit, hentikan tambahan risiko bila perlu
Bucket
>90
Tindakan operasional
Tinjau manajemen, sengketa, kemampuan bayar, dan langkah kontraktual

Gunakan nilai dan risiko, bukan umur saja. Invoice Rp200 juta yang tertahan karena berita acara hilang perlu perhatian berbeda dari invoice Rp2 juta yang pelanggan sudah jadwalkan besok. Tambahkan kolom alasan: dokumen kurang, sengketa kualitas, proses AP, salah rekening, tidak ada respons, atau janji bayar. Kategori alasan menunjukkan hambatan proses yang dapat diperbaiki.

Aging bukan otomatis cadangan kerugian

Laporan aging operasional membantu menagih, tetapi pengakuan kerugian kredit dalam laporan keuangan memerlukan kebijakan akuntansi. IFRS 9 memakai konsep expected credit losses dan meminta informasi masa lalu, kondisi kini, serta perkiraan ekonomi yang wajar. Materi IASB juga menjelaskan provision matrix sebagai pendekatan praktis untuk piutang usaha dengan penyesuaian kondisi kini dan perkiraan. Jadi persentase seperti “semua di atas 90 hari pasti rugi 100%” tidak boleh diterapkan tanpa kebijakan dan bukti.[1],[2]

Ritme rapat piutang

Tinjau aging setidaknya sesuai kecepatan kas usahamu, misalnya mingguan. Fokus pada perubahan: invoice baru lewat jatuh tempo, janji bayar yang gagal, sengketa tanpa pemilik, dan pelanggan dengan eksposur melewati batas. Tutup rapat dengan nama penanggung jawab, tindakan, serta tanggal berikutnya. Laporan tanpa tindakan hanya membuat daftar masalah menjadi lebih rapi.

Rekonsiliasi aging ke saldo kontrol

Jumlah seluruh invoice pada aging harus dapat direkonsiliasi ke saldo piutang yang dipakai finance untuk periode yang sama. Telusuri selisih dari invoice yang belum diposting, pembayaran tanpa alokasi, kredit, pembatalan, atau perbedaan cut-off. Simpan snapshot setiap akhir periode agar pergerakan bisa dijelaskan: saldo awal, invoice baru, penerimaan kas, kredit atau koreksi, lalu saldo akhir. Jika daftar aging dan catatan finance tidak pernah sama, tim penagihan akan mengejar angka yang salah dan forecast kas kehilangan dasar.

Pisahkan pelanggan yang memang terlambat dari invoice yang tertahan karena kesalahan internal. Jika banyak invoice masuk bucket 31–60 karena PO tidak tercantum, tindakan terbaik bukan menambah frekuensi telepon kepada pelanggan, melainkan memperbaiki pembuatan invoice. Rekap alasan per bulan dan tetapkan pemilik perbaikan pada sales, proyek, finance, atau pelanggan.

Vasco membantu memantau status invoice dan penerimaan kas sebagai aging operasional. Vasco bukan sistem akuntansi penuh atau mesin penilaian kredit. Penetapan cadangan, penghapusan piutang, dan tindakan hukum harus mengikuti kebijakan perusahaan serta nasihat profesional yang relevan.

Sumber

  1. [1]IFRS Foundation — IFRS 9 Financial InstrumentsDiakses 30 Agustus 2026.
  2. [2]IASB — Post-implementation Review of IFRS 9 ImpairmentDiakses 30 Agustus 2026.
  3. [3]GOV.UK — No Purchase Order, No Pay PolicyDiakses 30 Agustus 2026.

Baca standar editorial Vasco untuk cara kami memilih sumber, menulis contoh, dan memperbarui koreksi.

Mau usahamu serapi ini?

Konsultasi gratis dengan tim kami, tanpa keharusan lanjut.