Kembali ke Blog

Laporan Arus Kas: Pengertian, Format, Metode, dan Contoh Sederhana

Keuangan Usaha24 Agustus 20268 menit bacaTim Produk Vasco

Laporan arus kas adalah laporan perubahan kas dan setara kas selama satu periode. Menurut PSAK 207, arus kas dikelompokkan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan agar pembaca dapat melihat dari mana kas datang dan ke mana kas digunakan.

Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan perubahan kas dan setara kas selama satu periode. PSAK 207 mengelompokkan arus kas menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Pengelompokan ini membantu pembaca membedakan kas dari kegiatan utama usaha, pembelian aset, serta modal atau pinjaman.

Tiga bagian laporan arus kas

Kelompok
Operasi
Apa yang dicatat
Kas dari kegiatan utama usaha
Contoh umum
Penerimaan pelanggan, pembayaran pemasok, gaji, sewa
Kelompok
Investasi
Apa yang dicatat
Kas untuk perolehan atau pelepasan aset jangka panjang dan investasi
Contoh umum
Pembelian peralatan, penjualan kendaraan usaha
Kelompok
Pendanaan
Apa yang dicatat
Kas yang mengubah modal dan pinjaman
Contoh umum
Setoran modal, penerimaan pinjaman, pembayaran pokok pinjaman

Satu transaksi perlu diklasifikasikan berdasarkan sifatnya, bukan berdasarkan nama rekening bank atau orang yang membayar. Untuk laporan formal, kebijakan klasifikasi perlu mengikuti standar akuntansi yang digunakan perusahaan dan ditinjau oleh pihak yang kompeten.

Metode langsung dan tidak langsung

Metode
Langsung
Titik awal
Kelompok penerimaan dan pembayaran kas bruto
Yang terlihat
Berapa kas diterima dari pelanggan dan dibayar untuk kegiatan operasi
Metode
Tidak langsung
Titik awal
Laba atau rugi periode
Yang terlihat
Penyesuaian transaksi nonkas, akrual, serta pos investasi atau pendanaan

Perbedaan metode berlaku pada penyajian arus kas operasi. Bagian investasi dan pendanaan tetap menunjukkan penerimaan serta pembayaran kas sesuai kelompoknya.

Contoh laporan arus kas sederhana

Contoh berikut memakai metode langsung dan angka ilustrasi. Ini bukan laporan audit atau format yang otomatis cocok untuk setiap perusahaan.

Uraian
Penerimaan pelanggan
Kas masuk
Rp210.000.000
Kas keluar
-
Neto
Rp210.000.000
Uraian
Pemasok, gaji, sewa, dan administrasi
Kas masuk
-
Kas keluar
Rp175.000.000
Neto
(Rp175.000.000)
Uraian
Kas neto dari operasi
Kas masuk
Kas keluar
Neto
Rp35.000.000
Uraian
Pembelian peralatan
Kas masuk
-
Kas keluar
Rp25.000.000
Neto
(Rp25.000.000)
Uraian
Setoran modal dan pembayaran pokok pinjaman
Kas masuk
Rp20.000.000
Kas keluar
Rp10.000.000
Neto
Rp10.000.000
Uraian
Kenaikan neto kas
Kas masuk
Kas keluar
Neto
Rp20.000.000

Jika saldo kas awal Rp120.000.000 dan kenaikan neto kas Rp20.000.000, saldo akhir menjadi Rp140.000.000. Angka akhir harus dapat ditelusuri ke rekening, kas kecil, dan catatan pembayaran yang termasuk dalam definisi kas perusahaan.

Kenapa laba tidak sama dengan arus kas?

  • Penjualan kredit dapat menambah pendapatan sebelum uang diterima.
  • Pembelian aset memakai kas, tetapi bebannya dapat diakui melalui penyusutan selama beberapa periode.
  • Penerimaan pinjaman menambah kas, tetapi bukan pendapatan usaha.
  • Pembayaran pokok pinjaman mengurangi kas, tetapi bukan beban operasi yang sama dengan bunga.
  • Uang muka pelanggan atau pemasok dapat membuat waktu arus kas berbeda dari waktu pengakuan pendapatan dan beban.

Cara menyusun laporan arus kas bulanan

  • 1. Tentukan periode, rekening, kas kecil, dan setara kas yang masuk dalam laporan.
  • 2. Rekonsiliasi saldo awal dengan saldo akhir periode sebelumnya.
  • 3. Kumpulkan transaksi bank dan kas, lalu hilangkan transfer internal agar tidak dihitung dua kali.
  • 4. Hubungkan transaksi dengan invoice, payroll, pembelian, proyek, atau dokumen sumber lain.
  • 5. Kelompokkan transaksi ke operasi, investasi, atau pendanaan sesuai kebijakan akuntansi.
  • 6. Hitung arus kas neto per kelompok dan cocokkan perubahan total dengan saldo akhir.
  • 7. Tinjau transaksi tanpa kategori, selisih rekonsiliasi, dan perubahan besar sebelum laporan digunakan.

Kesalahan yang sering membuat laporan menyesatkan

  • Menghitung transfer antar rekening perusahaan sebagai pemasukan dan pengeluaran baru.
  • Menganggap invoice terbit sebagai kas masuk sebelum pembayaran diterima.
  • Mencampur pembayaran pokok pinjaman dengan seluruh beban bunga.
  • Tidak memisahkan pembelian aset dari pengeluaran operasional biasa.
  • Menyusun laporan dari kategori bank tanpa memeriksa dokumen sumber.
  • Mengubah transaksi lama setelah periode ditutup tanpa jejak koreksi.

Arus kas proyek membutuhkan lapisan tambahan

Kontraktor perlu melihat arus kas perusahaan dan arus kas per proyek. Jadwal termin, uang muka, retensi, pembelian material, payroll, dan pengeluaran lapangan dapat memiliki waktu yang berbeda. Karena itu, setiap transaksi sebaiknya membawa kode proyek selain kategori arus kas.

Dari transaksi harian ke ringkasan pemilik

Vasco menghubungkan invoice, pembayaran, payroll, kasbon, pengeluaran, dan proyek ke catatan arus kas operasional. Data dapat ditinjau per usaha atau pekerjaan, lalu diekspor untuk kebutuhan akuntansi lanjutan. Vasco tidak menggantikan seluruh sistem akuntansi atau penilaian profesional atas laporan keuangan formal.

Sumber

Mau usahamu serapi ini?

Konsultasi gratis dengan tim kami, tanpa keharusan lanjut.