Laporan arus kas adalah laporan perubahan kas dan setara kas selama satu periode. Menurut PSAK 207, arus kas dikelompokkan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan agar pembaca dapat melihat dari mana kas datang dan ke mana kas digunakan.
Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan perubahan kas dan setara kas selama satu periode. PSAK 207 mengelompokkan arus kas menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Pengelompokan ini membantu pembaca membedakan kas dari kegiatan utama usaha, pembelian aset, serta modal atau pinjaman.
Tiga bagian laporan arus kas
- Kelompok
- Operasi
- Apa yang dicatat
- Kas dari kegiatan utama usaha
- Contoh umum
- Penerimaan pelanggan, pembayaran pemasok, gaji, sewa
- Kelompok
- Investasi
- Apa yang dicatat
- Kas untuk perolehan atau pelepasan aset jangka panjang dan investasi
- Contoh umum
- Pembelian peralatan, penjualan kendaraan usaha
- Kelompok
- Pendanaan
- Apa yang dicatat
- Kas yang mengubah modal dan pinjaman
- Contoh umum
- Setoran modal, penerimaan pinjaman, pembayaran pokok pinjaman
Satu transaksi perlu diklasifikasikan berdasarkan sifatnya, bukan berdasarkan nama rekening bank atau orang yang membayar. Untuk laporan formal, kebijakan klasifikasi perlu mengikuti standar akuntansi yang digunakan perusahaan dan ditinjau oleh pihak yang kompeten.
Metode langsung dan tidak langsung
- Metode
- Langsung
- Titik awal
- Kelompok penerimaan dan pembayaran kas bruto
- Yang terlihat
- Berapa kas diterima dari pelanggan dan dibayar untuk kegiatan operasi
- Metode
- Tidak langsung
- Titik awal
- Laba atau rugi periode
- Yang terlihat
- Penyesuaian transaksi nonkas, akrual, serta pos investasi atau pendanaan
Perbedaan metode berlaku pada penyajian arus kas operasi. Bagian investasi dan pendanaan tetap menunjukkan penerimaan serta pembayaran kas sesuai kelompoknya.
Contoh laporan arus kas sederhana
Contoh berikut memakai metode langsung dan angka ilustrasi. Ini bukan laporan audit atau format yang otomatis cocok untuk setiap perusahaan.
- Uraian
- Penerimaan pelanggan
- Kas masuk
- Rp210.000.000
- Kas keluar
- -
- Neto
- Rp210.000.000
- Uraian
- Pemasok, gaji, sewa, dan administrasi
- Kas masuk
- -
- Kas keluar
- Rp175.000.000
- Neto
- (Rp175.000.000)
- Uraian
- Kas neto dari operasi
- Kas masuk
- Kas keluar
- Neto
- Rp35.000.000
- Uraian
- Pembelian peralatan
- Kas masuk
- -
- Kas keluar
- Rp25.000.000
- Neto
- (Rp25.000.000)
- Uraian
- Setoran modal dan pembayaran pokok pinjaman
- Kas masuk
- Rp20.000.000
- Kas keluar
- Rp10.000.000
- Neto
- Rp10.000.000
- Uraian
- Kenaikan neto kas
- Kas masuk
- Kas keluar
- Neto
- Rp20.000.000
Jika saldo kas awal Rp120.000.000 dan kenaikan neto kas Rp20.000.000, saldo akhir menjadi Rp140.000.000. Angka akhir harus dapat ditelusuri ke rekening, kas kecil, dan catatan pembayaran yang termasuk dalam definisi kas perusahaan.
Kenapa laba tidak sama dengan arus kas?
- ✓Penjualan kredit dapat menambah pendapatan sebelum uang diterima.
- ✓Pembelian aset memakai kas, tetapi bebannya dapat diakui melalui penyusutan selama beberapa periode.
- ✓Penerimaan pinjaman menambah kas, tetapi bukan pendapatan usaha.
- ✓Pembayaran pokok pinjaman mengurangi kas, tetapi bukan beban operasi yang sama dengan bunga.
- ✓Uang muka pelanggan atau pemasok dapat membuat waktu arus kas berbeda dari waktu pengakuan pendapatan dan beban.
Cara menyusun laporan arus kas bulanan
- ✓1. Tentukan periode, rekening, kas kecil, dan setara kas yang masuk dalam laporan.
- ✓2. Rekonsiliasi saldo awal dengan saldo akhir periode sebelumnya.
- ✓3. Kumpulkan transaksi bank dan kas, lalu hilangkan transfer internal agar tidak dihitung dua kali.
- ✓4. Hubungkan transaksi dengan invoice, payroll, pembelian, proyek, atau dokumen sumber lain.
- ✓5. Kelompokkan transaksi ke operasi, investasi, atau pendanaan sesuai kebijakan akuntansi.
- ✓6. Hitung arus kas neto per kelompok dan cocokkan perubahan total dengan saldo akhir.
- ✓7. Tinjau transaksi tanpa kategori, selisih rekonsiliasi, dan perubahan besar sebelum laporan digunakan.
Kesalahan yang sering membuat laporan menyesatkan
- ✓Menghitung transfer antar rekening perusahaan sebagai pemasukan dan pengeluaran baru.
- ✓Menganggap invoice terbit sebagai kas masuk sebelum pembayaran diterima.
- ✓Mencampur pembayaran pokok pinjaman dengan seluruh beban bunga.
- ✓Tidak memisahkan pembelian aset dari pengeluaran operasional biasa.
- ✓Menyusun laporan dari kategori bank tanpa memeriksa dokumen sumber.
- ✓Mengubah transaksi lama setelah periode ditutup tanpa jejak koreksi.
Arus kas proyek membutuhkan lapisan tambahan
Kontraktor perlu melihat arus kas perusahaan dan arus kas per proyek. Jadwal termin, uang muka, retensi, pembelian material, payroll, dan pengeluaran lapangan dapat memiliki waktu yang berbeda. Karena itu, setiap transaksi sebaiknya membawa kode proyek selain kategori arus kas.
Dari transaksi harian ke ringkasan pemilik
Vasco menghubungkan invoice, pembayaran, payroll, kasbon, pengeluaran, dan proyek ke catatan arus kas operasional. Data dapat ditinjau per usaha atau pekerjaan, lalu diekspor untuk kebutuhan akuntansi lanjutan. Vasco tidak menggantikan seluruh sistem akuntansi atau penilaian profesional atas laporan keuangan formal.