PO yang bisa dipakai bukan hanya terlihat resmi. Detailnya harus cukup jelas untuk disetujui, dipenuhi pemasok, diterima gudang, dan dicocokkan finance.
Cara membuat purchase order dimulai dari kebutuhan yang sudah diperiksa, lalu mengubahnya menjadi pesanan bernomor yang memuat pemasok, barang atau jasa, kuantitas, harga, pengiriman, pembayaran, dan persetujuan. PO harus terbit sebelum penerimaan dan invoice agar dokumen itu benar-benar berfungsi sebagai kontrol. Kalau PO baru dibuat sesudah barang datang, ia hanya menyalin kejadian yang sudah berlangsung dan tidak lagi mencegah belanja tanpa izin.[1],[2]
1. Verifikasi kebutuhan dan stok
Periksa nama item, spesifikasi, jumlah, lokasi pemakaian, tanggal dibutuhkan, dan peminta. Untuk material, cek stok tersedia dan pesanan terbuka agar kamu tidak membeli dua kali. Untuk jasa, jelaskan hasil kerja yang harus diterima, bukan hanya jumlah hari kerja. Cantumkan pusat biaya atau proyek sejak awal supaya persetujuan dan laporan pengeluaran tidak perlu menebak belakangan.
2. Tetapkan pemasok dan dasar harga
Catat pemasok yang dipilih dan referensi penawarannya. Untuk pembelian rutin, kamu bisa memakai daftar harga atau kontrak yang masih berlaku. Untuk pembelian tidak rutin, simpan penawaran pembanding sesuai kebijakan perusahaan. Jangan menaruh harga total saja. Harga per unit, diskon, ongkos kirim, dan pajak perlu terlihat terpisah agar gudang dan finance bisa menemukan sumber selisih.
3. Isi format PO secara lengkap
- Kolom
- Nomor PO
- Isi contoh
- PO-2026-0087
- Kesalahan yang dihindari
- Pesanan ganda atau sulit dicari
- Kolom
- Item dan satuan
- Isi contoh
- Cat epoxy, 20 pail × 20 kg
- Kesalahan yang dihindari
- Pail tertukar dengan kilogram
- Kolom
- Harga
- Isi contoh
- Rp1.250.000 per pail
- Kesalahan yang dihindari
- Total tak bisa diverifikasi
- Kolom
- Lokasi kirim
- Isi contoh
- Gudang Proyek B, Binjai
- Kesalahan yang dihindari
- Barang masuk ke lokasi salah
- Kolom
- Batas kirim
- Isi contoh
- Paling lambat 3 September
- Kesalahan yang dihindari
- Janji pengiriman tidak terukur
- Kolom
- Syarat bayar
- Isi contoh
- 14 hari setelah penerimaan lengkap
- Kesalahan yang dihindari
- Jatuh tempo diperdebatkan
Tambahkan kontak penerima, jam penerimaan, toleransi kuantitas bila memang ada, dan dokumen yang harus menyertai barang. Kalau harga belum termasuk pajak atau ongkos, tulis dengan terang. Hindari singkatan internal yang tidak dipahami pemasok. Satu baris sebaiknya mewakili satu item dan satu satuan agar penerimaan sebagian dapat dicatat tanpa mengubah seluruh PO.
4. Hitung total dan jalankan persetujuan
Contoh: 20 pail × Rp1.250.000 menghasilkan nilai barang Rp25.000.000. Diskon Rp1.000.000 membuat subtotal Rp24.000.000, lalu tambahkan komponen lain sesuai penawaran dan perlakuan pajak yang berlaku untuk transaksi itu. Jangan menebak pajak dari template lama. Setelah total jelas, arahkan PO ke orang yang memiliki kewenangan sesuai proyek, jenis belanja, dan batas nilai. Kontrol yang baik memisahkan pihak yang meminta, menyetujui, menerima, dan memproses pembayaran sejauh ukuran tim memungkinkan.[3]
5. Kirim satu versi resmi
Kirim PO yang sudah disetujui dari kanal resmi dan minta pemasok mengonfirmasi penerimaan. Nama file seperti PO-2026-0087-CV-Material-Jaya.pdf lebih mudah ditelusuri daripada PO-baru-final2.pdf. Setelah disetujui, jangan mengubah file diam-diam. Perubahan jumlah, harga, atau tanggal harus menjadi revisi bernomor atau perubahan yang tercatat, lalu dikirim ulang kepada pihak terkait.
6. Sambungkan penerimaan dan invoice
Saat barang datang, petugas mencatat jumlah yang benar-benar diterima dan setiap kerusakan. Finance kemudian membandingkan PO, catatan penerimaan, dan invoice pemasok. HMRC menggambarkan GRN sebagai catatan internal bahwa barang diterima atau ada selisih, dan merekomendasikan pencocokan PO, GRN, serta invoice sebagai kontrol procure-to-pay. Prinsip ini tetap berguna bagi bisnis Indonesia, walaupun detail pajaknya harus mengikuti aturan Indonesia.[2]
Checklist sebelum PO dikirim
- ✓Nomor unik, tanggal, peminta, proyek, dan anggaran sudah terisi.
- ✓Nama item, spesifikasi, satuan, jumlah, dan harga per unit tidak ambigu.
- ✓Alamat, penerima, batas waktu, serta syarat pembayaran jelas.
- ✓Total cocok dengan penawaran dan komponen pajak tidak diasumsikan.
- ✓Penyetuju sesuai matriks kewenangan dan bukti persetujuan tersimpan.
- ✓Pemasok menerima versi terakhir dan perubahan setelahnya dapat ditelusuri.
Vasco dapat membantu tim menyimpan alur pembelian dan stok dalam satu jejak operasional. Ia tidak menggantikan kontrak, nasihat pajak, atau pemeriksaan kualitas. Hasil terbaik tetap datang dari data item yang rapi, aturan persetujuan yang nyata, dan disiplin mencatat penerimaan pada saat barang masuk. Tetapkan juga pemilik daftar PO terbuka dan jadwal peninjauannya agar pesanan lama tidak menggantung tanpa keputusan.
Sumber
- [1]UNGM — UN Procurement Practitioner's HandbookDiakses 30 Agustus 2026.
- [2]HMRC — Procure to pay: purchase order, receipt, and invoice controlsDiakses 30 Agustus 2026.
- [3]U.S. GAO — Financial Audit Manual: authorization, approval, and matching controlsDiakses 30 Agustus 2026.
Baca standar editorial Vasco untuk cara kami memilih sumber, menulis contoh, dan memperbarui koreksi.