Kembali ke Blog

Inventory Turnover Adalah Rasio Perputaran Stok: Rumus dan Cara Membacanya

Stok30 Agustus 20264 menit bacaTim Produk Vasco

Inventory turnover menunjukkan berapa kali nilai persediaan rata-rata berputar menjadi HPP selama suatu periode, bukan berapa kali gudang melakukan opname.

Inventory turnover adalah rasio yang menunjukkan berapa kali persediaan rata-rata berputar selama suatu periode. Rumus yang umum dipakai ialah harga pokok penjualan atau HPP dibagi persediaan rata-rata. Jika HPP setahun Rp1,2 miliar dan persediaan rata-rata Rp300 juta, turnover adalah 4 kali per tahun. Rasio ini membantu melihat apakah terlalu banyak uang tertahan di stok atau apakah stok mungkin terlalu tipis untuk memenuhi kebutuhan.[3]

Rumus inventory turnover

Inventory turnover = HPP periode ÷ persediaan rata-rata. Untuk pendekatan sederhana, persediaan rata-rata = (saldo awal + saldo akhir) ÷ 2. Jika usahamu sangat musiman atau saldo berubah tajam, rata-rata dari saldo bulanan lebih representatif daripada hanya dua titik. Pembilang dan penyebut harus memakai periode serta dasar biaya yang sama.[3]

Data
Persediaan awal tahun
Nilai
Rp240.000.000
Data
Persediaan akhir tahun
Nilai
Rp360.000.000
Data
Persediaan rata-rata
Nilai
(Rp240.000.000 + Rp360.000.000) ÷ 2 = Rp300.000.000
Data
HPP setahun
Nilai
Rp1.200.000.000
Data
Inventory turnover
Nilai
Rp1.200.000.000 ÷ Rp300.000.000 = 4 kali
Data
Days inventory
Nilai
365 ÷ 4 = sekitar 91 hari

Days inventory mengubah rasio menjadi perkiraan hari persediaan rata-rata berada sebelum berputar: 365 dibagi turnover. Angka sekitar 91 hari bukan berarti setiap item habis persis dalam 91 hari. Barang cepat dan lambat tercampur dalam satu rata-rata, sehingga analisis per kategori atau SKU tetap dibutuhkan.[3]

Mengapa memakai HPP, bukan omzet?

Persediaan dicatat pada dasar biaya, sehingga pembilang yang sebanding adalah HPP. Memakai omzet memasukkan margin penjualan dan biasanya membuat rasio tampak lebih tinggi. IAS 2 menjelaskan pengukuran persediaan pada nilai yang lebih rendah antara biaya dan nilai realisasi neto, serta komponen biaya persediaan. Untuk laporan akuntansi resmi, ikuti kebijakan akuntansi dan standar yang berlaku pada perusahaanmu.[1]

Cara membaca rasio

  • Turnover naik karena penjualan atau pemakaian membaik: biasanya sinyal positif jika tingkat layanan tetap terjaga.
  • Turnover naik karena stok terlalu rendah: risiko kehabisan barang dan pembelian darurat dapat meningkat.
  • Turnover turun karena stok bertambah untuk proyek yang sudah pasti: bisa direncanakan dan tidak selalu buruk.
  • Turnover turun karena item lambat, usang, atau salah beli: perlu tindakan pada SKU penyebabnya.
  • Rasio total stabil: tetap cek kategori karena item cepat dapat menutupi stok mati.

Tidak ada target turnover yang cocok untuk semua bisnis. Distributor bahan bangunan, penyedia suku cadang kritis, dan kontraktor proyek memiliki pola berbeda. Bandingkan bisnis dengan sejarahnya sendiri, periode yang setara, dan kategori yang sejenis. Catat juga tingkat kehabisan stok, pembelian darurat, serta ketepatan pengiriman; turnover yang tinggi dengan banyak stockout bukan kemenangan.

Analisis per SKU dan kelas

Mulai dari rasio total, lalu pecah menjadi kategori dan item. Tandai SKU tanpa pemakaian, umur stok, dan nilai yang tertahan. Gabungkan dengan analisis ABC untuk memprioritaskan nilai besar. Item A yang melambat layak ditinjau cepat, sementara item C kritis tetap perlu safety stock walau nilainya kecil. ASCM menempatkan klasifikasi ABC sebagai cara memberi perhatian berbeda berdasarkan dampak item.[2]

Checklist data sebelum menghitung

Pastikan transaksi masuk dan keluar sudah diposting, retur tidak dihitung dua kali, satuan konsisten, biaya item diperbarui, dan saldo negatif telah diselidiki. Gunakan tanggal cut-off yang sama antara HPP dan stok. Jika gudang belum akurat, rasio yang terlihat presisi tetap menyesatkan. Perbaiki kartu stok dan stock opname terlebih dahulu.

Ubah rasio menjadi keputusan item

Setelah menemukan kategori yang melambat, tarik daftar item berdasarkan nilai stok dan hari sejak pemakaian terakhir. Tentukan tindakan per SKU: hentikan pemesanan, gunakan untuk proyek yang sesuai, retur ke pemasok bila kontrak memungkinkan, atau nilai penurunan manfaat bersama finance. Untuk kategori yang berputar terlalu cepat, periksa kejadian stockout, lead time, dan pembelian darurat sebelum menaikkan target. Rasio memberi tanda; keputusan tetap membutuhkan detail transaksi dan risiko layanan.

Vasco menyediakan jejak pergerakan stok operasional yang dapat menjadi dasar laporan perputaran dan investigasi item. Vasco bukan sistem akuntansi penuh, jadi HPP dan nilai persediaan untuk pelaporan keuangan tetap harus direkonsiliasi sesuai kebijakan perusahaanmu.

Sumber

  1. [1]IFRS Foundation — IAS 2 InventoriesDiakses 30 Agustus 2026.
  2. [2]ASCM — The XYZs of Inventory ManagementDiakses 30 Agustus 2026.
  3. [3]AccountingCoach — Inventory turnover ratioDiakses 30 Agustus 2026.

Baca standar editorial Vasco untuk cara kami memilih sumber, menulis contoh, dan memperbarui koreksi.

Mau usahamu serapi ini?

Konsultasi gratis dengan tim kami, tanpa keharusan lanjut.