Kembali ke Blog

Stock Opname Adalah Pencocokan Stok Fisik: Tujuan, SOP, dan Contoh

Stok & Inventory24 Agustus 20267 menit bacaTim Produk Vasco

Stock opname adalah proses menghitung persediaan secara fisik, lalu mencocokkannya dengan kartu stok atau sistem. Hasilnya bukan sekadar jumlah baru: tim perlu menjelaskan selisih, menyetujui penyesuaian, dan memperbaiki proses yang menjadi penyebabnya.

Stock opname adalah proses menghitung barang yang benar-benar ada di gudang, toko, kendaraan, atau lokasi proyek, lalu membandingkannya dengan jumlah pada kartu stok atau aplikasi inventory. Selisih positif maupun negatif harus diperiksa sebelum catatan disesuaikan.

Apa tujuan stock opname?

Tujuan utamanya adalah memastikan catatan persediaan masih mewakili kondisi fisik. Dari sana, tim dapat menemukan transaksi yang terlambat dicatat, salah satuan, penerimaan ganda, barang rusak, pemakaian tanpa dokumen, atau kehilangan yang perlu ditindaklanjuti.

  • Memastikan saldo setiap SKU sesuai dengan hitungan fisik.
  • Memisahkan barang baik, rusak, kedaluwarsa, ditahan, dan tidak dikenal.
  • Membuat dasar penyesuaian stok yang memiliki alasan dan persetujuan.
  • Menemukan kelemahan proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran barang.
  • Menyiapkan data yang lebih dapat dipercaya untuk pembelian dan pemakaian proyek.

Sebagai rujukan proses, panduan Kementerian Keuangan untuk persediaan pemerintah juga menempatkan inventarisasi fisik sebagai dasar penyesuaian data nilai persediaan. Usaha swasta tidak perlu meniru frekuensi yang ditetapkan untuk instansi pemerintah, tetapi prinsip mencocokkan kondisi fisik dengan catatan tetap relevan.

Stock opname, cycle count, dan kartu stok

Istilah
Kartu stok
Fungsi
Mencatat setiap barang masuk, keluar, dan saldo
Kapan dilakukan
Setiap ada pergerakan
Istilah
Cycle count
Fungsi
Menghitung sebagian SKU secara bergiliran
Kapan dilakukan
Harian atau mingguan sesuai risiko
Istilah
Stock opname
Fungsi
Menghitung cakupan persediaan yang sudah ditetapkan
Kapan dilakukan
Pada jadwal tutup periode atau pemeriksaan khusus

Cycle count tidak selalu menggantikan stock opname penuh. Namun, hitungan berkala pada barang bernilai tinggi, cepat bergerak, atau sering selisih dapat mencegah masalah menumpuk sampai akhir periode.

SOP stock opname langkah demi langkah

  • 1. Tentukan cakupan, tanggal, penanggung jawab, pemeriksa, dan aturan cut-off transaksi.
  • 2. Rapikan lokasi dan beri label SKU, satuan, rak, serta status barang sebelum hitungan dimulai.
  • 3. Selesaikan penerimaan dan pengeluaran yang masih menggantung, lalu ambil snapshot catatan stok.
  • 4. Hitung fisik tanpa menampilkan jumlah sistem kepada penghitung jika ingin mengurangi bias.
  • 5. Hitung ulang barang yang selisih oleh orang berbeda dan periksa satuan maupun lokasi lain.
  • 6. Catat penyebab yang dapat dibuktikan, bukan menulis alasan umum seperti salah stok.
  • 7. Setujui penyesuaian, simpan berita acara, lalu perbaiki proses yang menyebabkan selisih.

Contoh hasil stock opname

Barang
Semen 40 kg
Catatan
120 sak
Fisik
118 sak
Selisih
-2
Tindak lanjut
Periksa surat jalan keluar dan pemakaian proyek
Barang
Cat putih 20 L
Catatan
36 pail
Fisik
37 pail
Selisih
+1
Tindak lanjut
Periksa penerimaan yang belum diposting
Barang
Mata gerinda
Catatan
54 pcs
Fisik
49 pcs
Selisih
-5
Tindak lanjut
Hitung ulang, cek kendaraan dan pengeluaran tanpa dokumen
Barang
Sealant
Catatan
28 tube
Fisik
28 tube
Selisih
0
Tindak lanjut
Tidak ada penyesuaian

Selisih minus tidak otomatis berarti pencurian, dan selisih plus tidak otomatis berarti kabar baik. Keduanya menunjukkan catatan dan kondisi fisik tidak sinkron. Tindak lanjut harus dimulai dari dokumen penerimaan, pengeluaran, retur, transfer lokasi, konversi satuan, dan barang rusak.

Isi berita acara stock opname

  • Nama gudang atau lokasi dan periode yang dihitung.
  • Tanggal mulai, tanggal selesai, serta jam cut-off transaksi.
  • Nama penghitung, pemeriksa, dan pihak yang menyetujui penyesuaian.
  • Daftar SKU, satuan, jumlah sistem, jumlah fisik, dan selisih.
  • Catatan barang rusak, kedaluwarsa, tidak berlabel, atau berada di lokasi lain.
  • Alasan penyesuaian yang didukung bukti serta tindak lanjut proses.

Kapan spreadsheet mulai tidak cukup?

Spreadsheet masih masuk akal untuk satu lokasi dengan sedikit SKU dan pergerakan rendah. Risiko meningkat ketika beberapa orang dapat mengubah saldo, barang berpindah antar lokasi, penerimaan datang bertahap, material dibebankan ke proyek, atau tim sulit mengetahui siapa membuat penyesuaian.

Kondisi
Satu lokasi, sedikit transaksi
Spreadsheet
Masih mudah dikendalikan
Aplikasi inventory
Belum selalu perlu
Kondisi
Banyak gudang atau proyek
Spreadsheet
Versi file mudah berbeda
Aplikasi inventory
Saldo dan lokasi berada di sistem yang sama
Kondisi
Penerimaan sebagian
Spreadsheet
Perlu rumus dan status tambahan
Aplikasi inventory
Sisa PO tetap terlihat
Kondisi
Penyesuaian stok
Spreadsheet
Riwayat mudah tertimpa
Aplikasi inventory
Alasan, waktu, dan pengguna tercatat
Kondisi
Biaya material per proyek
Spreadsheet
Perlu rekap kedua
Aplikasi inventory
Pengeluaran barang diarahkan ke proyek

Dari hasil hitungan ke perbaikan operasi

Di Vasco, PO, penerimaan, pengeluaran barang, kartu stok, pemakaian proyek, dan penyesuaian stock opname berada pada alur yang sama. Tujuannya bukan membuat selisih terlihat rapi, tetapi membantu tim menelusuri transaksi yang membentuk saldo sebelum menyetujui perubahan.

Sumber

Mau usahamu serapi ini?

Konsultasi gratis dengan tim kami, tanpa keharusan lanjut.