Invoice merinci barang atau jasa, jumlah yang harus dibayar, jatuh tempo, dan referensi transaksi agar penjual serta pembeli memegang tagihan yang sama.
Invoice adalah dokumen tagihan yang diterbitkan penjual kepada pembeli untuk merinci barang atau jasa, jumlah yang harus dibayar, tanggal penerbitan, serta syarat pembayaran. Dokumen ini membuat kedua pihak memegang referensi yang sama saat mengonfirmasi pekerjaan, menjadwalkan pembayaran, mencatat piutang, dan menyelesaikan perselisihan. Invoice bukan bukti bahwa uang sudah diterima; setelah pelanggan membayar, perusahaan tetap perlu mencatat pembayaran dan menghubungkannya ke invoice yang tepat.[3]
Fungsi invoice bagi penjual dan pembeli
- Pihak
- Penjual
- Fungsi invoice
- Menyatakan hak tagih dan memulai pemantauan jatuh tempo
- Pihak
- Pembeli
- Fungsi invoice
- Memeriksa barang/jasa, jumlah, harga, dan referensi pesanan
- Pihak
- Operasional
- Fungsi invoice
- Menghubungkan tagihan ke proyek, kontrak, atau delivery
- Pihak
- Finance
- Fungsi invoice
- Mencatat piutang atau kewajiban dan mencocokkan pembayaran
- Pihak
- Manajemen
- Fungsi invoice
- Melihat invoice terbuka, jatuh tempo, serta risiko kas
Invoice yang baik mengurangi pertanyaan dasar sebelum pembayaran. Pembeli dapat melihat siapa penjualnya, apa yang diserahkan, kapan, berapa nilainya, dan ke mana harus membayar. Penjual dapat mengetahui invoice mana yang sudah dikirim, diterima, jatuh tempo, dibayar sebagian, atau diperselisihkan.
Isi minimum invoice operasional
- ✓Kata invoice dan nomor identifikasi yang unik.
- ✓Tanggal invoice dan tanggal barang atau jasa diserahkan.
- ✓Nama, alamat, dan kontak penjual serta pelanggan.
- ✓Referensi PO, kontrak, proyek, atau berita acara bila ada.
- ✓Deskripsi, kuantitas, satuan, harga per unit, dan subtotal.
- ✓Diskon, pajak, biaya lain, total, mata uang, dan syarat pembayaran.
- ✓Tanggal jatuh tempo serta instruksi pembayaran yang sudah diverifikasi.
GOV.UK, sebagai contoh pedoman resmi administrasi invoice, mencantumkan nomor unik, identitas penjual dan pelanggan, deskripsi, tanggal penyerahan, tanggal invoice, jumlah, pajak bila berlaku, dan total sebagai elemen invoice. Kebutuhan kontrak atau yurisdiksi dapat berbeda. Untuk Indonesia, susun invoice sesuai transaksi dan perjanjianmu, lalu tangani kewajiban pajak melalui aturan serta saluran DJP yang berlaku.[3]
Contoh invoice sederhana
- Bagian
- Nomor
- Contoh
- INV-2026-0084
- Bagian
- Pelanggan
- Contoh
- PT Bangun Contoh
- Bagian
- Referensi
- Contoh
- PO-145 / Proyek Renovasi A
- Bagian
- Uraian
- Contoh
- Pekerjaan pengecatan tahap 1
- Bagian
- Nilai sebelum komponen lain
- Contoh
- Rp25.000.000
- Bagian
- Jatuh tempo
- Contoh
- 14 September 2026
- Bagian
- Status awal
- Contoh
- Terkirim
Contoh itu belum menentukan perlakuan pajak. Nilai pajak, dokumen pendukung, dan Faktur Pajak bergantung pada status pihak serta transaksi yang sebenarnya. Jangan menyalin angka pajak dari invoice sebelumnya hanya karena format pekerjaannya mirip.
Status invoice yang perlu dibedakan
Gunakan status draft saat masih disusun, terkirim setelah diberikan kepada pelanggan, diterima setelah penerimaan terkonfirmasi, jatuh tempo ketika batas pembayaran lewat, dibayar sebagian untuk pembayaran parsial, lunas ketika seluruh nilai yang disepakati telah diterima, dan dibatalkan atau dikreditkan ketika dokumen dikoreksi melalui proses yang sah. Hindari mengubah invoice terkirim tanpa jejak; terbitkan revisi atau dokumen koreksi sesuai kebijakan.
Invoice bukan otomatis Faktur Pajak
DJP mendefinisikan Faktur Pajak sebagai bukti pungutan pajak yang dibuat Pengusaha Kena Pajak ketika menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak. PER-03/PJ/2022 mengatur pembuatan dan administrasinya, termasuk bahwa e-Faktur tertentu memerlukan persetujuan DJP agar menjadi Faktur Pajak. Karena itu, invoice PDF dari sistem operasional tidak otomatis memenuhi fungsi Faktur Pajak. Jika perusahaanmu PKP atau transaksinya memiliki perlakuan khusus, ikuti Coretax atau saluran resmi yang berlaku dan konfirmasi kepada tenaga pajak yang kompeten.[1],[2]
Dari invoice ke kas
Sesudah invoice dikirim, tetapkan pemilik penagihan dan tanggal tindak lanjut. Saat pembayaran masuk, cocokkan jumlah, tanggal, rekening, dan referensinya. Jika satu pembayaran menutup beberapa invoice, simpan alokasinya. Jika ada potongan atau sengketa, jangan langsung menandai lunas; catat alasan dan sisa yang masih terbuka. Disiplin status membuat forecast arus kas memakai data yang lebih nyata.
Vasco membantu membuat dan memantau invoice operasional serta menghubungkan pembayaran dengan arus kas. Vasco bukan penyedia pembayaran, sistem akuntansi penuh, atau aplikasi penerbit Faktur Pajak otomatis. Tanggung jawab verifikasi rekening, pencatatan akuntansi, dan kepatuhan pajak tetap berada pada perusahaan. Rekonsiliasi daftar invoice dengan penerimaan bank serta catatan finance secara berkala supaya status lunas tidak hanya bergantung pada pembaruan manual. Simpan bukti rekonsiliasinya untuk pemeriksaan berikutnya.
Sumber
- [1]Direktorat Jenderal Pajak — Istilah Umum PPNDiakses 30 Agustus 2026.
- [2]Direktorat Jenderal Pajak — PER-03/PJ/2022 tentang Faktur PajakDiakses 30 Agustus 2026.
- [3]GOV.UK — Invoices: what they must includeDiakses 30 Agustus 2026.
Baca standar editorial Vasco untuk cara kami memilih sumber, menulis contoh, dan memperbarui koreksi.